“NAKA NI”

Korewa nihon no uchi no naka ni mono ga arimasu…

Iro-iro  mono ga  jenbu kirei de suteki na mono desu…

 

“JAPAN FOUNDATION”

 

 

 

“KYOTO DE”

Ginkakuji-M1953.jpg

Ginkaku-ji (銀閣寺 ?) atau Kuil Paviliun Perak adalah nama populer untuk Jishō-ji (慈照寺 ?, Kuil Jishō), sebuah bangunan kuil Sekte Rinzai di distrik Sakyō, Kyoto, Jepang. Kuil ini berupa sebuah tatchū yang berada di luar kompleks kuil bernama Shōkoku-ji. Nama resminya adalah Tōzan Jishō-ji. Pembangunan kuil dimulai oleh shogun Muromachi ke-8, Ashikaga Yoshimasa, sedangkan perintis pendirian kuil menurut kabar adalah biksu bernama Musō Soseki. Namun Musō Soseki hidup satu abad sebelum Yoshimasa menjadi shōgun, sehingga kuil ini kemungkinan dibangun oleh murid Musō Soseki dengan meminjam nama sang guru.

Bangunan bertingkat yang disebut Aula Kannon (Kannon-den) populer dengan sebutan Ginkaku. Aula Kannon bersama bangunan kuil secara keseluruhan disebut Ginkaku-ji. Nama Ginkaku-ji sudah digunakan dalam peta petunjuk tempat penting di Kyoto sejak zaman Edo.

Tidak seperti aula penyimpan tulang Buddha (shari-den) di Kinkaku-ji (Kuil Paviliun Emas) yang dilapisi lembaran emas, aula Kannon di Ginkaku-ji (Kuil Paviliun Perak) tidak dilapisi lembaran perak.

 

  • Tembok Ginkaku-ji
Tembok ini terdapat di kedua sisi gerbang jalan masuk Jishō-ji hingga taman kuil.

 

 

Taman tradisional Jepang (situs bersejarah, tempat berpemandangan indah)

Di tengah-tengah taman terdapat sebuah kolam bernama Kinkyō. Kolam dikelilingi taman seperti lazimnya taman tradisional Jepang bergaya Chisen Kaiyū. Taman ini awalnya dibangun mengikuti model taman Saihō-ji (Kokedera), namun sudah direnovasi pada zaman Edo sehingga bentuk awal dari taman ini sudah tidak ada lagi. Di dalam taman terdapat taman pasir bernama Ginshadan (銀沙灘 ?) dan gundukan pasir bernama Kōgetsudai (向月台 ?). Keduanya sudah dibangun sejak akhir zaman Edo, walaupun juga sudah pernah dibangun sebelumnya. Pada tahun 1931, dari situs penggalian Istana Higashiyama ditemukan sisa-sisa taman pasir (Karesansui) yang diperkirakan berasal dari zaman Muromachi.
 

  •  Tōgudō (東求堂 ?, Aula Tōgu) (pusaka negara)
  • Ashikaga Yoshimasa mendirikan kuil pribadi pada tahun 1486. Kuil tersebut oleh biksu bernama Ōsen Keisan diberi nama Tōgudō. Dibangun berhadapan dengan kolam, bangunan ini berbentuk bujur sangkar keempat sisi yang panjanganya 6,4 meter. Di sisi bagian dalam tampak muka bangunan terdapat altar Buddha (butsuma), sedangkan di sisi kanan terdapat ruang kerja (shōin) milik Yoshimasa. Di sisi sebelah utara ruang kerja Yoshimasa terdapat sudut ruang dengan model Tsukeshoin (付書院 ?) dan rak model Chigaidana (違棚 ?). Keduanya merupakan peninggalan tertua dalam sejarah arsitektur ruangan tradisional Jepang, dan keduanya hingga sekarang digunakan sebagai model dalam pembangunan ruangan tradisional bergaya arsitektur Shoinzukuri dan ruangan upacara minum teh.

  •  Ginkaku (銀閣 ?) (pusaka negara)
Ginkaku adalah nama untuk Aula Kannon (Kannon-den) yang didirikan Yoshimasa di Istana Higashiyama. Nama “Ginkaku” digunakan untuk menandingi Kinkaku-ji yang dibangun Ashikaga Yoshimitsu. Pemancangan tiang pertama dilakukan tahun 1489. Bangunan dibuat bertingkat, atap berbentuk hōgyō-zukuri[1], dengan penutup dari kokerabuki.[2]. Bila dilihat dari atas, panjang dan lebar bangunan adalah 8,2 x 7 meter. Lantai dasar disebut Shinkūden, dan bergaya arsitektur rumah tinggal. Lantai pertama disebut Kannon-kaku yang berfungsi sebagai butsudō (kuil). Sejak awal, pendiri bangunan ini memang tidak memiliki rencana untuk melapisi bangunan dengan lembaran perak. Alasannya, halaman bangunan sudah penuh dengan batu kerikil dan pohon-pohon yang bagus. Bahan bangunan yang digunakan juga bahan bangunan kelas satu. Penggunaan lembaran perak untuk melapisi bangunan tidak sesuai dengan konsep Kebudayaan Higashiyama yang berintikan budaya upacara minum teh dan ajaran Zen.

“JAPANESE”

Kuil Riyooan-ji

 

 

Ryōan-ji (bahasa Jepang: 竜安寺 atau 龍安寺), “Kuil Naga Damai” adalah sebuah kuil Zen yang terletak di sebelah barat daya Kyoto, Jepang. Merupakan salah satu “Bangunan Bersejarah Kyoto Kuno”, dan satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO. Kuil tersebut merupakan bagian dari sekolah pemikiran Myōshinji dari cabang Rinzai dalam agama Buddha Zen.

Lokasi kuil, aslinya merupakan milik dari keluarga Fujiwara.

Kuil ini juga terkenal dengan taman batu Zen yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1400. Taman tersebut terdiri dari lima belas batu yang diletakkan sedemikian rupa, sehingga jika kita melihat ke taman itu dari sudut manapun selain dari atas, kita hanya bisa melihat empat belas batu setiap saat.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di majalah Nature, Gert J. Van Tonder dan Michael J. Lyons melakukan analisa terhadap taman batu itu dari persepsi visual.

“kELUARGA BESAR”

“WATASHINO KAZOKU DESU”

Hidari kara…

Watashino Otooto, Watashi, Itoko, Ani desu.

Sita ni…

Watashino Chichi to Haha desu.

“KHAVALERI”

Berkas:French Republican Guard cavalry DSC03123.JPG

Di TNI-AD dan Korps Marinir, istilah kavaleri adalah semua hal yang menyangkut semua kendaraan berlapis baja, roda ban atau roda rantai baik yang bersenjata kanon ataupun tidak (misal kendaraan angkut personil).

Tri Daya Cakti yang berarti daya gerak, daya tembak dan daya kejut adalah semboyan khas dari satuan Kavaleri TNI-AD. Embrio kavaleri TNI AD sudah mulai tumbuh selama perang kemerdekaan. Diawali pada periode revolusi fisik 1945-1949, para pejuang Indonesia yang tergabung dalam Bala Keselamatan berhasil merampas kendaraan lapis baja tentara Belanda. Kendaraan-kendaraan tersebut akhirnya digunakan Badan Keamanan Rakyat (BKR) untuk menghadang sekutu yang melakukan pendaratan di Surabaya. Kavaleri Angkatan Darat dibentuk berdasarkan SK KASAD No 5/KSAD/Pntp/50 tanggal 9 Februari 1950 dengan komandannya yang pertama Letkol Kav RMS Soerjo Soejarso (1950-1957) lalu digantikan Letkol Kav RS Sadeli (1956-1958).

“UTA DESU”

“AMAYODORI”

Liric by : Mayumi Itsuwa.

Eki no humo de mikaketa
Anata wa mukashi no koibito
sono, natsukashi yokogao
Omowazu koe o kaketa watashi

Anata wa odoroita yo o ni
Tabako o otoshite shimatta
Kudake chitta hoo no hibi ga
Tsuka no mani, yomigaeri
Mitsume au,

**doo shiteru ima wa
     Arekara kimi wa,
     Genki ni shiteru wa
     Itsu datte watashi,
     Ocha demo nomou
     Sukoshi no jikan,
     Densha wa
     Toori sugite yuku
Anata wa koohi kaku ni
Kakkusatoo futatsu irete
Ima no boku wa,
konna mono sato
Warai nagara
Kami o kaki ageta
Soo dakedo fushigi ne
Anohi wakareta koto mo
Tada amari ni wakasugita dakedato futari
Tagai ni yurushi aeru

**Aishita wa, watashi
     Anata no koto o
     ima wa betsu betsu no
     Yume o ou kedo
     Meguri aiwa
     Sutekina koto ne
     Amayadori suru yoo ni futari

Aishita wa, watashi
Anata no koto o
ima wa betsu betsu no
Yume o ou kedo
Meguri aiwa
Sutekina koto ne
Amayadori suru yoo ni futari.

Kurang lebih lagunya kayak gt dech…tolong dunks!!!terjemahin lagunya>>>

WATASHI

Hajimemashite…

Watashiwa arufido desu,

Balikpapan kara kimashita,

Rikuugun desu,

Dokusin desu,

Doozo yoroshiku onegai simasu…

“TANJUNGPURA”

[badge-kodam6.tanjungpura.png]

GAWI MANUNTUNG WAJA SAMPAI KAPUTING…

BEKERJA KERAS SAMAPAI TUNTAS,

DENGAN SEMANGAT BAJA SAMPAI TITIK DARAH AKHIR.!!!

JAYA DI MEDAN PERANG….

BERGUNA DI MASA DAMAI.!!!

KHAVALIER IS THE BEST.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.